Terlebih, jika orang tua telah meninggalkan dunia. Pastinya, yang mereka butuhkan adalah doa, dan kasih sayang anaknya.
Namun, yang menjadi problematika yang serius, adalah tidak semua anak mengetahui tata cara berbakti terhadap orang tua yang telah meninggal. Oleh sebab itu, mari kita perhatikan pembahasan ini sebagai upaya kebaktian kita terhadap orang tua.
1. Memintakan ampunan atas dosa-dosanya.
Yang namanya manusia hidup tentunya tidak bisa lepas dari kesalahan. Baik kesalahan yang disengaja maupun tidak, pasti kita juga pernah melakukannya.
Dengan begitu, kita yang masih hidup sangat dianjurkan memintakan maaf atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan orang tua. Mencakup kesalahan dengan Allah, dan sesama manusia. Insya Allah, apabila kita melakukan hal itu, semua kesalahan orang tua akan diampuni oleh Allah, dan dimaafkan oleh masyarakat sekitar. Aamiin Ya Allah.
Jika Anda ingin memintakan ampunan atas dosa-dosanya orang tua, silahkan menggunakan Surat Ibrahim, Ayat 41. Seperti pada gambar berikut:
Artinya

Jika Anda ingin memintakan ampunan atas dosa-dosanya orang tua, silahkan menggunakan Surat Ibrahim, Ayat 41. Seperti pada gambar berikut:

Ya Allah... Ampunilah segala dosaku, orang tuaku, dan semua orang mu,min pada hari terjadinya khisab.Akan lebih baiknya, jika surat ibrahim ayat yang ke 40 diamalkan juga.
2. Mendoakan yang baik-baik kepadanya.
Diatas yang kita bahas adalah tentang kesalahan yang dilakukan orang tua, hingga kita memintakan maaf. Sekarang mengenai mendoakan orang tua agar mendapat kebahagian dunia, dan akhirat.
Karena, apalah artinya anak jika tidak perduli terhadap orang tua. Jadi, kita sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, seharusnya mendoakan mereka yang baik-baik. Tapi ingat,,, ! kita berdoa harus didasarkan rasa ikhlas, sebab kunci diterimanya doa, adalah rasa ikhlas ketika berdoa. Silahkan dibaca, dan semoga bermanfaat.
Karena, apalah artinya anak jika tidak perduli terhadap orang tua. Jadi, kita sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, seharusnya mendoakan mereka yang baik-baik. Tapi ingat,,, ! kita berdoa harus didasarkan rasa ikhlas, sebab kunci diterimanya doa, adalah rasa ikhlas ketika berdoa. Silahkan dibaca, dan semoga bermanfaat.
3. Membayar semua hutang-hutangnya.
Biasanya, orang tua sebelum meninggalkan dunia, mereka terlebih dahulu terbuka, dan terus terang kepada keluarganya. Mencakup dalam hal utang piutang.
Kalau orang tua belum sempat terbuka kepada kita, maka solusi yang cerdas adalah mempertanyakan kepada masyarakat barangkali orang tua kita memiliki hutang kepada mereka. Jika sudah jelas mempunyai hutang, maka langkah selanjutnya, adalah membayar hutang tersebut.
Kalau orang tua belum sempat terbuka kepada kita, maka solusi yang cerdas adalah mempertanyakan kepada masyarakat barangkali orang tua kita memiliki hutang kepada mereka. Jika sudah jelas mempunyai hutang, maka langkah selanjutnya, adalah membayar hutang tersebut.
4. Melaksanakan Nadhar, serta Wasiatnya.
Nadhar, adalah hal yang dapat merubah yang asalnya sunnah menjadi wajib. Contoh sederhananya, ketika kebutuhan orang tua kita terpenuhi, terkadang mereka nadhar melakukan sesuatu.
Dalam kasus ini, yang kami contohkan adalah bersedekah sunnah. Jadi, ketika orang tua belum sempat melakukan nadharnya, maka kita yang berusaha agar nadhar tersebut terpenuhi.
Begitupun dengan wasiat. Kita harus melaksanakan apa yang diwasiati orang tua. Dengan catatan, wasiat yang tidak menyalahi aturan syariat islam.
Dalam kasus ini, yang kami contohkan adalah bersedekah sunnah. Jadi, ketika orang tua belum sempat melakukan nadharnya, maka kita yang berusaha agar nadhar tersebut terpenuhi.
Begitupun dengan wasiat. Kita harus melaksanakan apa yang diwasiati orang tua. Dengan catatan, wasiat yang tidak menyalahi aturan syariat islam.
5. Lebih semangat berbuat kebaikan, dan tetaplah mengaji.

Semua amal perbuatan manusia yang telah meninggal secara otomatis akan terputus, terkecuali amal jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak solih yang mendoakan.
Dalam artian, ada tiga perkara yang membuat pahala orang meninggal tetap mengalir, yakni amal jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak yang solih. Oleh sebab itu, kita harus tetap semangat melanggengkan kegiatan positif, seperti mengaji, sholat, membaca Al-Quran, dan lain sebagainya, karena pahala atas perbuatan baik yang dilakukan anak akan sampai kepada orang tuanya yang sudah meninggal.
Yang aneh, tidak sedikit anak yang bersedih ketika orang tuanya meninggal, namun tidak mau berusaha agar orang tuanya bahagia di alam kubur. Buktinya, banyak masyarakat yang tetap membuka aurat, tidak mau mengaji, meskipun telah ditinggalkan orang tuanya.
Dalam artian, ada tiga perkara yang membuat pahala orang meninggal tetap mengalir, yakni amal jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak yang solih. Oleh sebab itu, kita harus tetap semangat melanggengkan kegiatan positif, seperti mengaji, sholat, membaca Al-Quran, dan lain sebagainya, karena pahala atas perbuatan baik yang dilakukan anak akan sampai kepada orang tuanya yang sudah meninggal.
Yang aneh, tidak sedikit anak yang bersedih ketika orang tuanya meninggal, namun tidak mau berusaha agar orang tuanya bahagia di alam kubur. Buktinya, banyak masyarakat yang tetap membuka aurat, tidak mau mengaji, meskipun telah ditinggalkan orang tuanya.
Bagaimana cara berbakti kepada orang tua, yang masih hidup ?
Kita wajib berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal dunia, terlebih apabila mereka berdua masih hidup. Tentunya, kita harus lebih berhati-hati menjaga tingkah laku agar tidak sampai menyakiti hati mereka.
Kewajiban kita terhadap orang tua tidak sebatas itu. Bahkan, kita harus berusaha agar mereka bahagia, ridho, dan ikhlas dengan kita. Maka dari itu, berikut adalah kewajiban-kewajiban kita:
Kewajiban kita terhadap orang tua tidak sebatas itu. Bahkan, kita harus berusaha agar mereka bahagia, ridho, dan ikhlas dengan kita. Maka dari itu, berikut adalah kewajiban-kewajiban kita:
1. Bertutur kata yang sopan santun.
Terkadang, kami menjumpai seorang anak yang berbicara kepada orang tuanya dengan nada keras. Tentunya, hal itu adalah perkara yang sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan hati orang tua merasakan sakit yang luarbiasa.
Kita jangan sampai seperti mereka yang tidak punya sopan santun ketika berbicara. Bagaimana juga, mereka adalah orang yang paling menyayangi kita. Jangan sampai kasih sayang mereka dibalas dengan duri yang menusuk hati lembutnya.
Kita jangan sampai seperti mereka yang tidak punya sopan santun ketika berbicara. Bagaimana juga, mereka adalah orang yang paling menyayangi kita. Jangan sampai kasih sayang mereka dibalas dengan duri yang menusuk hati lembutnya.
2. Bertingkah laku yang baik, dan menyenangkan orang tua.
Perbedaan antara berbicara, dan bertingkah laku sudah sangat jelas. Kalau berbicara pastinya dengan mulut, sedangkan bertingkah laku bisa menggunakan kaki, tangan, ataupun gerakan anggota tubuh lainnya.
Kami sampaikan ini karena terkadang, ada seorang anak yang diam, namun tingkah lakunya tidak terpuji. Seperti kasus yang sering terjadi "mereka langsung meninggalkan orang tua yang sedang mengajak berbicara untuk menasehati".
Padahal, hal tersebut dapat mengakibatkan orang tua kecewa. Oleh sebab itu, bagaimanapun keadaannya, kita tetap menjaga atau bertingkah laku yang sopan santun, serta berupaya agar orang tua selalu bahagia.
Kami sampaikan ini karena terkadang, ada seorang anak yang diam, namun tingkah lakunya tidak terpuji. Seperti kasus yang sering terjadi "mereka langsung meninggalkan orang tua yang sedang mengajak berbicara untuk menasehati".
Padahal, hal tersebut dapat mengakibatkan orang tua kecewa. Oleh sebab itu, bagaimanapun keadaannya, kita tetap menjaga atau bertingkah laku yang sopan santun, serta berupaya agar orang tua selalu bahagia.
3. Berterimakasih jika kita dinasehati oleh mereka.
Melanjutkan dari pembahasan di atas. Kita tidak boleh langsung pergi begi3 saja ketika dinasehati orang tua. Sepatutnya, kita harus berterimakasih, apabila orang tua masih perduli, dan tidak bosan menasehati kita.
4. Jangan pelit, dan jangan perhitungan.
Sekarang kita pikirkan lagi, siapa yang membiayai kita sampai bisa seperti sekarang ?
Tentunya, orang tualah yang menyebabkan kita tumbuh besar, dan dewasa. Giliran kita sudah bisa bekerja, dan dapatkan uang sendiri, tapi penuh pertimbangan ketika akan memberi kepada orang tua.
Namun, kita jangan sampai sedemikian itu. Coba kita ingat ingat kembali perjuangan mereka untuk kita. Jika kita ingat, Insya Allah kita akan loman, dan tidak pernah perhitungan kepada orang tua.
Tentunya, orang tualah yang menyebabkan kita tumbuh besar, dan dewasa. Giliran kita sudah bisa bekerja, dan dapatkan uang sendiri, tapi penuh pertimbangan ketika akan memberi kepada orang tua.
Namun, kita jangan sampai sedemikian itu. Coba kita ingat ingat kembali perjuangan mereka untuk kita. Jika kita ingat, Insya Allah kita akan loman, dan tidak pernah perhitungan kepada orang tua.
Share This :
Terimakasih.