![]() |
| Sumber gambar diambil dari Nu Online. |
Seperti yang kita ketahui, bahwa air kencing hukumnya najis. Namun, tidak semua muslimin dan muslimah tahu bagaimana caranya menjaga najis tersebut agar tidak sampai mengenai tubuh, maupun pakaian.
Bahkan, banyak diantara kita yang buang air kencing sembarangan, dan kemudian tetap melakukan sholat. Tanpa mempertimbangkan, apakah pakaiannya terkena cipratan najis atau tidak.
Buktinya, kami seringkali menjumpai kaum lelaki yang kencing dalam keadaan berdiri namun celananya tidak diangkat (Tidak di wingkis). Kalau kenyataannya begitu, apakah mungkin celananya aman dari cipratan najis kencing ?
Seharusnya, kita lebih berhati hati, dan jangan sembarangan mengenakan celana panjang. Sebab, tidak semua model celana yang mampu bersahabat dengan keadaan kita. Dalam artian, banyak model celana yang sulit di wingkis, atau diangkat ketika kita sedang kencing berdiri, seperti celana pensil yang terlalu ketat.
Sejatinya, posisi kencing yang baik adalah duduk. Namun, tidak sedikit tempat kencing yang memaksakan posisi kita harus berdiri. Mungkin, anda juga sering menjumpai tempat seperti itu ketika dalam perjalanan.
Yang menjadi pertanyaan, apakah benar kalau najis air kencing menyebabkan siksa kubur ?
Jika kita menengok keterangan khadis sohih yang diriwayatkan oleh Daruqutni, maka sangat jelas bahwa salah satu penyebab siksa kubur adalah karena najis kencing.
وعن أبي هريرة - رضي الله عنه - قال: قال رسول الله - صلى الله عليهوسلم : «استنزهوا من البول, فإن عامة عذاب القبر منه».حديث صحيح. رواه الدارقطني (١٢٨/ ٧)، وله ما يشهد له.
Artinya: “Dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ‘Berusahalah kalian menjaga kebersihan dari kencing. Karena sesungguhnya mayoritas azab kubur adalah karenanya’.” (Hadits shahih riwayat al Daruquthny, memiliki syahid)
Dan, di dalam hadits tersebut terdapat hikmah buat kita untuk menjaga kebersihan, dan sebagai pemberitahuan Nabi Muhammad Solallahu Alaihi Wasalam, bahwasanya mayoritas siksaan kubur disebabkan najis kencing.
Kemudian, bagaimana solusinya menghadapi kasus ini ?
Jika kami boleh memberi solusinya, maka lebih baik jika kita tidak mengenakan celana yang terlalu ketat. Karena, model celana seperti itu sulit di wingkis bahkan terkadang sulit dilepas.
Terlebih buat kaum wanita. Sebab, bentuk tubuh wanita dan lelaki jauh berbeda. Kalau wanita, depan belakang biasanya lebih menonjol. Sedangkan lelaki, lebih gepeng dan ramping.
Jadi, jika wanita mengenakan celana ketat, bentuk tubuhnya akan sangat jelas. Serta, wanita akan terlihat lebih anggun, sopan ketika tidak memakai celana ketat.
Di atas sebatas solusi dari kami, dan kami tidak melarang Anda membeli celana ketat, karena itu hak anda mau membeli apa.
Yang penting, kita berusaha menjaga najis, karena sholat tidak akan sah ketika memakai pakaian najis, atau tubuh terkena najis.
Share This :
