MASIGNCLEAN101

Ikhlas, Adalah Tips ataupun Rahasia Agar Doa Kita Cepat dikabulkan

Sekarang tentang tips atau amalan agar doa kita cepat dikabulkan.

Ulama menyebutkan, salah satunya adalah Imam al Ghozali, bahwa termasuk dari syarat dikabulkannya doa adalah ikhlas. Ikhlas artinya adalah bagaimana kita menghadap kepada Allah yang Esa tiada sekutu bagi-Nya, mengikhlaskan agama bagi-Nya meskipun orang-orang kafir tiada suka.
Ikhlas berarti tiada meminta selain kepada Allah. Sebab Allah Maha kuat, karena Allah Maha Luas, Karena Allahlah yang Maha menghidupkan, yang Maha mematikan, yang Maha memberi rizki, karena Allah Maha kuasa atas segala hal, karena Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
Bagaimana bisa kita meminta selain-Nya? padahal beginilah kondisi-Nya. Dan perkara-Nya adalah dikala Ia menghendaki sebuah hal, ia firmankan: Ada! Maka Ia akan ada. Bagaimana bisa kita meminta selain-Nya? padahal Allah Maha melakukan apa yang Ia kehendaki. Bagaimana bisa kita meminta selain-Nya padahal Ia adalah Yang Maha Menyayangi.
Permohonan untuk mengubah kondisi, permohonan rizqi, kesehatan, ampunan, keridloan kepada Allah subhanahu wata’alaa adalah sebuah hal yang mesti kita mohonkan. Sebuah hal yang tentu akan membuat hati menjadi lapang.
Mengikhlaskan agama bagi-Nya, artinya bahwa agama ini adalah milik Allah semata, maka jangan pernah kau menyembah apapun bersama Allah. Kita tiada menyembah bersama Allah siapapun manusia, atau apapun sesuatu di alam ini, tidak jin, tidak juga malaikat, tidak pula manusia, tidak juga sekian hal yang diciptakan oleh Allah subhanahu wata’ala.
Syarat pertama dari persyaratan hati yang tunduk adalah ikhlas. Banyak sekali manusia bertanya, apa yang dimaksud hati yang tunduk? Hati yang tunduk adalah hati yang menghadap, memohon, meminta, mengharap, khawatir. Semua ini yang dimaksud hati yang tunduk.
Namun hati yang tunduk terdiri dari sekian unsur, unsur yang pertama adalah keikhlasan, selain bahwa engkau memiliki keikhlasan dan mentauhidkan Allah, kau juga harus memiliki keyakinan yang besar bahwa Allah subhanahu wata’aala Maha mengetahui segala hal, dan Maha kuasa atas segala sesuatu, bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang.
Karena itu, setiap kali keyakinan ini bertambah dalam jiwamu sampai pada tingkat kau yakin dengan apa yang disisi Allah lebih banyak daripada keyakinanmu terhadap apa yang ada dalam genggaman tanganmu.
Ketika kita sudah sampai pada tingkatan semacam ini, kita akan benar-benar lebih dekat untuk memiliki hati yang tunduk. Hati yang tunduk adalah hati yang disana ada kepasrahan, ada ketawakkalan kepada Allah, artinya keyakinan kepada Allah.
Syarat lainnya adalah menghadirkan hati. Barangkali lisan mengucapkan doa, pada saat hari jum’at Khotib Jum’at berdoa lalu kita ucapkan Amin tanpa menghadirkan apa yang ada dihati kita.
Ketika kehadiran hati ini benar-benar kita wujudkan, dan juga keyakinan dengan apa yang ada di sisi Allah juga kita wujudkan, keikhlasan juga kita realisasikan. Maka selayaknya ada syarat dan adab-adab berdoa.
Termasuk dari unsur ketundukan hati adalah tekad dalam berdoa. Jangan sampai kau mengira seperti kau meminta sesuatu kepada saudaramu, atau sesamamu. Kau sedang memohon kepada Tuhan semesta alam. Zat yang menciptakanmu, menyempurnakanmu, berbuat baik terhadapmu, zat yang mati dan hidup dalam kuasanya. Kau sedang meminta kepada Raja yang Maha perkasa, kau tidak sedang meminta kepada manusia yang ia enggan atau mau memberimu. Kau sedang meminta kepada zat yang Maha Dermawan.
Karena itu sebagian orang terkena perasaan malu sehingga mengatakan: “Ya Allah, jika Engkau berkenan, kalau tidak berkenan ya tidak masalah, berikan aku semacam ini”. Tidak boleh begitu. Rasulullah telah mengajarkan rahasia kepada kita dalam kaitannya dengan hal ini agar kita tidak berucap “kalau Kau berkenan”akan tetapi kita memohon kepada-Nya dan merengek kepada-Nya. Allah Yang Maha Mulya yang tidak di sangsikan lagi bahwa Ia yang merajai langit dan bumi, apa yang ada di atasnya, apa yang ada dibawahnya, apa yang ada sebelumnya, apa yang ada setelahnya.
Banyak orang meyakini tentang dua hal yang mengherankan dan ia merasakannya. Bahwa ia berada pada satu sudut. Sementara Allah berada pada sudut yang lain dihadapannya. Tidak semacam itu. Tiada yang menyamai-Nya dan Ia Maha Mendengar dan Maha Melihat, penglihatan tak dapat menangkap-Nya, sementara Ia menangkap penglihatan.
Tuhan adalah Tuhan, dan Makhluk adalah makhluk, disana ada perbedaan antara Pencipta dan yang diciptakan. Kalimat ini adalah pokok. Kita lihat sebagian orang menentang ketentuan Allah terhadapnya. Kenapa seperti ini ya Robbi. Bagaimana seorang manusia bisa mengucapkan perkataan semacam ini. Dan sok tahu dengan apa yang sebenarnya ia tak tahu.
Karena dia mengira dalam posisi yang berseberangan dengan Allah. Ia jengkel dengan Allah. Bahwa Allah menemui perhitungan manusia yang lemah ini, bisa menerima atau menolaknya. Dan disini kalau ia ingin berdoa memohon kepada Allah, aku lihat ia berdoa dengan tanpa tekad.
Keempat syarat inilah yang di paparkan oleh Imam al Ghazali: Mengikhlaskan agama bagi-Nya , hadirnya hati, tekad dalam berdoa, dan yakin dengan apa yang ada disisi Allah.
Itulah unsur-unsur hati yang tunduk. Itulah interpretasi dari hati yang tunduk. Hati yang tunduk adalah hati yang memohon kepada-Nya, dan tidak memohon kepada selain_Nya, bahwa ia yakin kepada-Nya dengan keyakinan yang penuh tidak kurang sedikitpun, bahwa ia menghadirkan hatinya, tidak berdoa hanya dengan lisannya, bahwa ia menekadkan hal itu kepada Allah ta’ala. Hal inilah yang disebut sebagai hati yang tunduk.
Wallahu ta’ala a’lam
Diterjemahkan dari kalam Maulana Syeikh Ali Jum’ah hafizhohulloh.
Oleh : Gus agus محمد سابق بالخيرات Kaliwungu.
#MT_FPKK_DUK
Share This :
Kang Mursidi
Mohon berkomentar sesuai dengan topik pembahasan, karena kami menerima kritikan, dan saran Anda.
Terimakasih.