MASIGNCLEAN101

Ciri ciri ataupun Tanda Orang yang Memiliki Sifat Riya Dalam Beribadah

Alhamdulillah, karena masuk pada pembahasan tentang tanda tanda orang yang memiliki sifat riya, atau pamer dalam beribadah. Dan, kami juga akan mencontohkan riya dalam bermasyarakat.

Dengan begitu, pertama yang akan kita bahas adalah ;

Tiga tanda orang yang riya dalam beribadah.

لِلْمُرَائِي ثَلَاثُ عَلَامَاتٍ : يَكْسَـلُ إذَا كَانَ وَحْدَهُ، وَيَنْشَـطُ إذَا كَانَ فِي النَّاسِ، وَيَزِيدُ فِي الْعَمَلِ إذَا أُثْنِيَ عَلَيْهِ وَيَنْقُصُ إذَا ذُمَّ
Orang riya’ (pamer) memiliki tiga ciri: malas ketika sendirian, rajin saat di tengah banyak orang, serta amalnya meningkat kala dipuji dan menurun kala dicaci. [Sayyidina Ali ibn Abi Thalib, dikutip dari Ihyâ’ ‘Ulûmiddîn karya Imam al-Ghazali]

1. Tanda yang pertama adalah malas ketika dia sedang sendiri.

Apakah anda pernah mengalami hal itu, ?

"Ketika sendirian, anda merasa malas beribadah."

Jika pernah, maka secepatnya diperbaiki, karena hati anda sedang terkena penyakit riya.

Contoh sederhananya, anda malas sholat subuh berjamaah di masjid, karena sedikit yang tahu akan jamaah yang anda lakukan, sebab pada waktu itu kebanyakan masyarakat masih tertidur lelap.

2. Rajin ketika sedang berada di tempat ramai.

Begitupun juga ketika Anda semangat beribadah, tapi pada situasi dan keadaan tertentu. Kalau keadaannya ramai, maka semangat ibadahnya Anda memuncak.

Sebenarnya, contohnya sangat banyak. Tapi, yang kami Contohkan masih berhubungan dengan jamaah sholat.

Ketika sholat duhur, anda semangat berangkat ke masjid guna berjamaah karena saat saat seperti itu banyak masyarakat yang mengetahui keberangkatan Anda ke masjid.

Kalau begitu, jamaah sholat duhur yang Anda lakukan karena ingin diketahui dan ingin dipuji sesama manusia. Tidak ikhlas karena Allah Ta,ala. Dan, ini tidak dibenarkan.

Tapi, beda halnya jika Anda
Berjamaah agar masyarakat mengikuti jejak Anda, dan mau sholat berjamaah.
Jika tujuan Anda seperti itu, maka sangat bagus. Yang intinya, niat Anda ikhlas karena Allah, dan ingin memotivasi masyarakat agar semangat jamaah pula.

3. Dan amalan ibadahnya meningkat ketika dipuji, namun menurun tatkala dicaci.

Kalau yang ini, sepertinya kami pernah menjumpai orang yang semangat ibadahnya langsung menurun ketika ada yang mencacinya.

Semisal, biasanya orang tersebut semangat berangkat ngaji. Giliran ada yang meledek, atau mencaci
"Kamu bagaimana, sudah tua tapi mengaji terus. Seharusnya, kamu malu kalau kumpul bareng Anak-anak."
Kemudian, dia tidak berangkat ngaji lagi, karena di ledek seperti itu.

Jika sedemikian itu, maka bisa disimpulkan kalau awal mula dia mengaji tidak ikhlas karena Allah. Tidak ada niat untuk menghilangkan kebodohan.

Serta, kita jangan sampai seperti itu. Seharusnya, kita harus tetap semangat mengaji meskipun sudah mempunyai cucu.

contoh perilaku riya dalam kehidupan bermasyarakat

Banyak contoh riya yang terlaku di masyarakat, dan diantaranya semangat dalam memimpin organisasi, namun karena ingin dipuji, dan lain sebagainya.

Membantu sesama manusia, tapi agar masyarakat tahu kalau dia telah membantu tetangga yang perlu bantuan. Kesimpulannya, kami tidak bisa mencontohkan semua perkara yang berkaitan dengan riya, karena semua hal yang dilakukan bisa berdampak riya.

Semua dikembalikan lagi pada niat, dan hati kita. Olehnya, kita harus semangat ngaji, agar bisa memelihara hati agar tidak sampai terjangkit penyakit hati.

Riya' oleh Rasulullah disebut sebagai syirik kecil. Dikatakan syirik karena ia menyekutukan Allah dengan nafsu diri sendiri atau respon orang lain. Sebuah amal yang dihinggapi riya' seringkali mempertimbangkan bagaimana orang lain memberi tanggapan.

Ia lahir bukan dari ketulusan lillahi ta'ala melainkan terdapat campuran keinginan mendapat citra positif di mata manusia. Akibatnya, fluktuasi amal kebaikan berlangsung naik-turun seiring dengan besar-kecilnya potensi "keuntungan" penilaian dari manusia.

والله اعلم بالصواب

#MT_FPKK_DUKEM
Share This :
Kang Mursidi